Stunting yang merupakan kekerdilan kronis yang disebabkan kekurangan gizi pada ibu dan anak ini menjadi sorotan dan perbincangan hangat. Angka stunting di Indonesia ternyata masih begitu besar. Tentunya hal ini akan mempengaruhi kualitas generasi penerus Indonesia. Angka stunting di Indonesia ini masih berada di sekitar 24 persen.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggalakkan agenda untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Kemenkes meluncurkan program 10 langkah untuk mencegah stunting anak.
Berikut 10 langkah untuk mencegah stunting yang perlu diterapkan oleh masyarakat ini bisa disingkat menjadi BENAHI GIZI
- Berikan Tablet tambah darah kepda ibu hamil dan remaja putri
Anemia pada ibu hamil dan remaja putri dapat berakibat fatal bagi kesehatan ibu dan bayi, meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah, yang merupakan faktor risiko stunting. Untuk itu, pemberian tablet tambah darah secara rutin kepada mereka sangat penting. Tablet ini membantu mencegah anemia dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
2. Edukasi gizi keluarga melalui pemberdayaan kearifan lokal
Pengetahuan gizi yang baik merupakan kunci utama dalam mencegah stunting. Edukasi gizi keluarga dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyuluhan, pelatihan, dan demo masak. Untuk meningkatkan efektivitasnya, edukasi ini perlu dipadukan dengan kearifan lokal yang telah lama dipraktikkan masyarakat. Pendekatan ini membantu masyarakat memahami dan menerapkan pola makan yang sehat dan sesuai dengan budaya mereka.
3. Nutrisi ibu hamil dan balita kurus
Ibu hamil dan balita kurus membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan. Oleh karena itu, intervensi gizi spesifik perlu diberikan kepada mereka. Intervensi ini dapat berupa pemberian makanan tambahan, suplemen, dan edukasi gizi. Dengan memastikan asupan nutrisi yang cukup, diharapkan ibu hamil dan balita kurus dapat terhindar dari stunting.
4. Akses air bersih, sanitasi lingkungan yang tersedia dan memenuhi syarat kesehatan
Akses air bersih dan sanitasi yang layak merupakan faktor penting untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan stunting, seperti diare dan infeksi cacing. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang aman dan mudah diakses oleh masyarakat. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit.
5. Hidup sehat dimulai dari diri sendiri
Pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menjaga kebersihan diri, sangat penting untuk mencegah stunting. Gerakan masyarakat hidup sehat harus diterapkan pada setiap siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga anak-anak usia sekolah. Setiap individu harus bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya.
6. Intervensi gizi pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
Ibu hamil KEK memiliki risiko tinggi melahirkan bayi stunting. Untuk itu, intervensi gizi spesifik perlu diberikan kepada mereka. Intervensi ini dapat berupa pemberian makanan tambahan, suplemen, dan edukasi gizi. Dengan intervensi gizi yang tepat, diharapkan ibu hamil KEK dapat melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari stunting.
Baca juga artikel berikut :
5 Fakta Fenomena Stunting di Indonesia, Angkanya Masih Tinggi
7. Gerakan masyarakat hidup sehat pada setiap siklus kehidupan
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. GERMAS menekankan pentingnya pola hidup sehat yang harus diterapkan pada setiap siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, hingga orang dewasa. Dengan penerapan hidup sehat di setiap siklus kehidupan akan secara signifikan mengurangi resiko stunting.
8. Intervensi makanan pada balita kurang dan gizi buruk
Balita kurang dan gizi buruk membutuhkan intervensi makanan untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan. Intervensi ini dapat berupa pemberian makanan tambahan berkalori tinggi dan protein tinggi. Edukasi gizi juga perlu diberikan kepada orang tua untuk memastikan balita mendapatkan asupan makanan yang tepat. Intervensi makanan yang tepat dapat membantu balita kurang dan gizi buruk untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.
9. Zink berikan pada balita
Zink adalah mineral penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan zink dapat meningkatkan risiko stunting. Oleh karena itu, pemberian suplemen zink dapat membantu mencegah stunting pada balita. Pemberian suplemen zink perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dokter anak.
9. Ingat fokus perhatian 1000 hari pertama kehidupan melalui pendekatan keluarga
Seribu hari pertama kehidupan, dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, merupakan periode kritis untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Pada periode ini, otak anak mengalami perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian khusus pada periode ini. Pendekatan keluarga dalam intervensi stunting sangat penting untuk memastikan semua anggota keluarga memahami dan mendukung upaya pencegahan stunting. Edukasi gizi, pemberian makanan bergizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara berkelanjutan selama 1000 hari pertama kehidupan.
Pencegahan stunting ini tentunya tidak akan bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu dilakukan kerjasama berbagai pihak untuk melakukan pencegahan stunting ini. Termasuk mulai dari diri kita.
Yuk cegah resiko stunting mulai dari diri kita!
Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan memberikan manfaat.
Yuk berdonasi melalui:
Rekening :
BSI : 5757 5858 55
BCA : 011 321 7771
Muamalat : 711 002 9306
An. Yayasan Dana Sosial Al-Falah
Informasi dan Konfirmasi : 081 333 951 332




