fbpx

Peran Aktif Relawan Muda Sahabat Al Falah

Written by ydsfpeduli

On September 28, 2021

“Relawan adalah mereka yang memiliki jiwa pemuda dan berjuang demi ummat untuk membangun sebuah peradaban. Umar Bin Abdul Aziz, Shalahuddin Al Ayyubi, Sultan Beyazid, Sultan Muhammad Al Fatih, Sultan Suleyman Al Qanuni adalah contoh para relawan yang berjuang demi peradaban kebangkitan ummat Islam. Jika mereka adalah contoh pemuda masa dulu, maka Sahabat Al Falah adalah contoh di masa sekarang ini.”

~ Beyazid Orkhan Al Fatih ~

 

Pemuda merupakan generasi penyambung bangsa yang akan meneruskan gerakan-gerakan reformis dari para pendahulu mereka. Peran pemuda masa kini diharapkan mampu untuk bertanggung jawab atas kemandirian mereka dalam melanjutkan pembangunan pondasi yang separuhnya sudah disusun oleh kakek-nenek moyang mereka. Pemuda sebagai generator aktif dalam pergerakan harus memiliki semangat dan daya juang tinggi untuk bertindak secara konstruktif  demi terciptanya bangsa yang aktif dan mampu bersaing dalam taraf internasional.

Jika melihat ke belakang tentang sejarah Islam, peran yang dilakukan para pemuda atau dalam istilah lain disebut “sahabat” memiliki kontribusi yang cukup cemerlang dalam membangkitkan semangat manifestasi ummat islam. Berawal dari pembinaan akidah di dalam rumah sederhana milik sahabat Arqam bin Arqam radhiyallahu ‘anhu mampu menghasilkan peradaban besar yang mampu mengguncangkan peradaban dunia. Dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi membuat para pemuda menggunakan wawasan dan pikirannya sebagai kekuatan dalam berjuang. Hal itu yang membuat pemudamampu melakukan terobosan sejarah karenapemuda dapat memadukan antara cara pandangdengan gaya hidupnya

Peran dari para Sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam senantiasa menjadi bagian dari sejarah, karena setiap kejadian sejarah selalu dipelopori oleh pemuda. Syaikh Muhammad Sa’id Mursi rahimahullah menuliskan sebuah buku yang berjudul, “Uzhammaa’u Al-Islam ‘Abra Arba’ah Asyra Qarnan Min Az-Zamaan”, dalam buku tersebut disebutkan bahwa banyak sekali tokoh-tokoh pemuda ummat islam yang berjuang dalam membangun peradaban islam. Sebagai contoh ketika Sultan Muhammad Al Fatih menjadi panglima perang ketika menalkukan Kota Besar Konstantinopel, padahal ketika itu usia beliau masih 18 tahun. Juga tidak lupa Sahabat Usamah Ibn Zaid radhiyallahu ‘anhu yang sudah mendapatkan amanah untuk menjadi panglima perang di usianya yang masih 21 tahun.

Tentu saja, jika melihat kondisi saat ini mungkin peran pemuda belum bisa menyamai mereka yang mampu menguasai sepertiga dunia pada masanya. Akan tetapi para pemuda bisa meniru layaknya mereka melalui literatur-literatur yang sudah kian terlampir melimpah, dan juga banyak sekali video-video dokumenter yang mengangkat kisah pahlawan, baik itu pahlawan nasional dan pahlawan umat islam. Pemuda merupakan aset berharga yang dimiliki dunia yang mampu diharapkan untuk membangun peradaban sekaligus menjadi solusi dalam kemajuan masyarakat saat ini. Karena mereka para pemuda harus memikirkan kebutuhannya dala aspek pendidikan, sosial-kemanusiaan, dakwah, dan lapangan pekerjaan. 

Di masa pandemi Covd-19 ini diperlukan sosok pemuda yang mampu menjadi penengah diantara krisis yang tengah beradu panjang. Tidak ada gunanya jika saling berdebat memikirkan dirinya sendiri, masih banyak orang diluar sana yang butuh uluran tangan dari kita sebagai seorang pemuda yang mengerti akan kemanusiaan. Hal inilah yang ingin dicapai oleh relawan muda Sahabat Al Falah (SAF) YDSF Malang. Dimana para pemuda-pemudi bekerja sama untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi ini. Tentu saja di masa seperti ini sangat dibutuhkan sosok seperti sahabat mulia Amr Bin Ash radhiyallahu ‘anhu dimana beliau dengan cerdas membantu Khalifah Umar Ibn Khattab radhiyallahu ‘anhu meredekan wabah ketika itu.  

Peran aktif relawan SAF adalah contoh aksi nyata dalam kiprahnya membangun peradaban, melalui gerakan-gerakan sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang saat ini tengah terdampak. Dibentuk pada November 2020 membuat relawan SAF menjadi termotivasi akan kesuksesan yang dibangun oleh para Sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan pahlawan nasional pergerakan Indonesia. Walaupun terbilang masih muda dalam dunia kerelawanan tetapi semangat yang mereka berikan terhadap masyarakat tidak kalah saing dengan peran pemuda-pemudi lainnya dalam membantu membangun peradaban bangsa. 

Pada momentum sumpah pemuda ini, salah satu yang menjadi perhatian kita adalah keterlibatan pemuda dan relawan SAF dalam kehidupan ini. Mereka harus bisa menjadi tombak emas dalam membuka pintu kehidupan yang lebih baik. Pemuda SAF adalah mereka yang peduli dengan masyarakat, dinamika sosial, dan paradigma yang terjadi di setiap zaman. Tidak peduli di masa depan mereka terhapus oleh zaman atau tidak, tetapi yang terpenting adalah perjuangan yang diberikan oleh mereka tidak boleh dilupakan oleh anak cucu mereka nanti.

Perjuangan dari rekan-rekan SAF masih panjang, mereka akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan permasalahan baru bagi generasi milenial. Oleh karena itu mereka harus tetap menjaga semangat Sumpah Pemuda sebagai roh perjuangan yang pernah diikrarkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928 yang mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, Bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.(bey)

You May Also Like…

Hubungi Kami
Ada yang Bisa Dibantu?