Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang penuh dengan keagungan dan kemuliaan.
Al Quran merupakan mukjizat yang akan terus hidup sepanjang masa.
Salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap Al-Quran adalah dengan menghafalnya. Hafidz Quran, sebutan bagi mereka yang menghafal ayat-ayat Al-Quran.
Seorang hafidz Quran memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Bagi penghafal Al-Quran, Allah bahkan akan mengangkat derajat dirinya bahkan keluarganya dengan derajat yang tinggi dan mulia.
Seorang hafidz Al-Quran ialah yang terus berusaha untuk menjaga hafalannya Al-Quran-nya. Namun, hendaknya seorang penghafal Al-Quran terus belajar dan meningkatkan level pemahaman dan berusaha untuk mengamalkannya.
Di Indonesia istilah Hafidz Quran ini sudah sangat familiar di kalangan masyarakat sebagai penghafal Al-Quran.
Untuk tingkatan yang lebih tinggi, seorang yang belajar Al-Quran diharapkan menjadi seorang hamilul Quran. Ia tidak hanya menghafalkan Al-Quran, tapi juga mentadaburi, memahami hingga mengamalkan.
Maka Hamilul Quran inilah yang benar-benar dalam dirinya Al-Quran. Mereka inilah sebutan untuk para pengemban Al-Quran.
Secara makna tingkatan yang lebih tinggi dalam belajar Al-Quran adalah hamilul Quran. Namun, tentu saja bagaimanapun seorang yang belajar dan banyak berinteraksi dengan Al-Quran memiliki keistimewaan.
Menyalakan Al-Quran di dalam hati dan memancarkan cahaya dalam kehidupan merupakan tugas kita sebagai seorang muslim.
Berikut beberapa keutamaan menjadi Hafidz Qur’an:
Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Al-Quran kelak mampu untuk menjadi penolong pembela kita di yaumul mahsyar. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah:
Rasulullah SAW bersabda,
“Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya.” (HR. Muslim)
Beruntunglah bagi seorang yang dia dekat di Al-Quran selama di dunia. Kelak Al-Quran akan menjadi penolongnya ketika setiap orang akan membutuhkan pertolongan dan naungan.
Baca juga artikel berikut :
Diangkat Derajatnya di Dunia dan Akhirat
Al-Quran adalah kitab yang paling mulia. Siapa saja yang dekat dengan Al-Quran maka ia juga akan mendapatkan kemuliaan.
Dengan Al-Quran, Allah SWT meninggikan derajat hamba-Nya yang beriman dan menghafal Al-Quran di dunia dan akhirat.
Mendapatkan Mahkota dan Jubah Kemuliaan
Para hafidz Quran kelak akan dipakaikan mahkota dan jubah kemuliaan di surga. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah dari Abu Hurairah RA.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata,
“Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Tirmidzi).
Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda
Betapa banyak pahala dan kebaikan dari seorang hafidz Al-Quran. Ia akan berusaha setiap hari dalam menjaga hafalan Al-Quran nya.
Pastinya ia tidak akan hanya membaca sekali dalam sehari, tetapi berkali-kali dan berlembar-lembar.
Berapa banyak kebaikan yang akan didapatkannya jika satu huruf yang dibaca saja akan mendapatkan sepuluh kebaikan., Hanya Allah yang mengetahuinya. Ia sebaik-baiknya dan paling teliti dalam menghitung amalan hamba-Nya.
Hadiah Mahkota bagi Orang Tua Penghafal Al-Quran
Seorang yang menghafal dan belajar Al-Quran dengan penuh kesungguhan, maka bukan hanya dirinya sendiri yang mulia.
Namun, Allah juga akan memberikan kemuliaan kepada orang tuanya. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah.dari Abu Hurairah,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Quran.”
(HR. Thabrani)
Dengan menjadi hafidz Al-Quran dan mempelajarinya ternyata tidak hanya akan mengangkat kemuliaan penghafalnya, tetapi juga keluarga penghafal.
Tak sedikit seorang hafidz Al-Quran yang senantiasa mengharapkan keutamaan Al-Quran agar orang tuanya juga mendapatkan kemuliaan melalui dirinya.
Demikian penjelasan dan keutamaan menjadi hafidz Al-Quran. Semoga bisa menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan menggugah kita untuk menjadi hafidz Quran.




