fbpx

Syarat dan Tugas Amil Zakat. Mengapa Amil Berhak Menerima Zakat?

Written by ydsfpeduli

On Januari 5, 2024

Zakat merupakan bagian dari syariat Islam yang menjadi pokok ajaran. Zakat dalam Islam menjadi rukun Islam ketiga, yang artinya ibadah ini memiliki kedudukan yang utama. Di dalam pengelolaan zakat kita mengenal amil zakat. Istilah amil zakat ini menjadi sesuatu yang umum dan banyak dikenal oleh masyarakat.

 

Amil memiliki peran yang sangat strategis untuk mengelola zakat. Dengan strategisnya peran amil ini, menjadi amil memiliki peran yang begitu penting. Zakat potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan, peningkatan kualitas pendidikan, mewujudkan kemandirian umat dan berbagai kebaikan lainnya. Dengan adanya amil yang yang berkompeten dan memahami secara utuh peran amil, maka zakat akan terkelola dengan baik, tepat sasaran, optimal dan terlaksana sesuai syariat.

 

Begitu besarnya amil zakat, tentunya tidak semua orang bisa menjadi amil zakat. Seorang amil zakat harus benar-benar memahami hukum, syarat dan berbagai hal yang berhubungan dengan zakat. Amil ini bisa dari pemerintah, lembaga atau masyarakat umum yang berkompeten sebagai amil zakat.

 

Pengertian Amil

Amil secara bahasa artinya  mengerjakan atau melakukan sesuatu. Apabila ditambahkan kata zakat dibelakangnya, maka dikatakan orang yang orang yang melakukan pekerjaan pembagian zakat.

Imam Syafi’i mengemukakan bahwa amil merupakan seorang yang ditunjuk sebagai wali untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. Sehingga, dari pengertian ini amil zakat memiliki kewajiban untuk mengumpulkan, mengelola dan membagikan zakat kepada masyarakat.

 

Syarat dan Tugas Amil Zakat

Amil zakat  yang memiliki fungsi strategis di tengah-tengah umat ini perlu memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai zakat.

Menjadi amil zakat pun bukanlah hal yang mudah. Ia bertugas menangani berbagai hal yang berhubungan dengan zakat mulai dari pengumpulan dan penyalurannya. Apalagi di dalam masyarakat modern saat ini telah terjadi banyak perubahan dengan zaman dahulu. Amil zakat pun dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman dan relevan dengan kondisi yang ada di masyarakat.

 

Untuk menjadi amil zakat, berikut syarat-syarat yang perlu untuk dipenuhi:

1. Islam

Hendaknya yang menjadi amil zakat adalah seorang muslim. Hal ini dikarenakan zakat merupakan perkara yang berhubungan dengan umat muslim secara luas.

 

2. Mukallaf

Seorang amil adalah seorang mukallaf yang dia telah dewasa, sehat secara akal dan fikirannya.

 

3. Jujur

Seorang yang jujur dan amanah menjadi syarat yang utama bagi seorang amil. Dana zakat adalah dana umat yang memiliki potensi besar.

Dengan adanya amil zakat  yang amanah, maka dana zakat akan tepat sasaran dan dapat terkelola dengan baik untuk kesejahteraan umat.

 

Baca juga artikel berikut :

Pengelolaan Zakat yang Aman dan Syar’i

 

4. Memahami hukum zakat

Seorang amil zakat sangat membutuhkan ilmu untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Maka ilmu yang yang mumpuni mengenai hukum dan seluk beluk zakat sangat penting dimiliki oleh amil zakat.

 

5. Kemampuan untuk melaksanakan tugas

Beban amanah menjadi amil zakat tidaklah mudah. Maka orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas yang bisa menjadi amil zakat

 

6. Disyaratkan laki-laki

Seorang amil zakat disyaratkan seorang laki-laki yang hendaknya terampil dalan menjalankan tugas sebagai amil zakat. Pada zaman dahulu seorang amil zakat hendaknya bukan dari kalangan keluarga Rasulullah SAW

 

Amil zakat ternyata tidak hanya melakukan pengumpulan dan penyaluran zakat saja. Terdapat beberapa pokok tugas amil zakat yaitu:

 

1. Al-Su’ah (pengumpul)

Amil zakat bertugas untuk mengumpulkan zakat, dengan cara mencari tahu dan menetapkan harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, kemudian mengumpulkan zakat dari orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat.

 

2. Al-Katabah (administrator)

Dalam tugas ini amil zakat melakukan pencatatan, pendataan serta  pelaporan dari aktivitas yang berhubungan dengan zakat.

 

3. Al-Hazanah (penjaga/pemelihara/pengembang)

Selain mengumpulkan zakat, amil zakat memiliki tugas untuk melakukan pengembangan dana zakat untuk kemaslahatan umat Islam.

Dengan pengelolaan zakat inilah akan menjadikan zakat dapat meluas manfaatnya serta dapat memberikan solusi dari permasalahn umat.

 

4. Al-Qasamah (distributor)

Amil zakat mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak. Orang-orang yang berhak menerima zakat ini adalah yang masuk dalam delapan golongan penerima zakat. Tidak jarang untuk mencari orang yang berhak untuk menerima zakat ini harus mendatangi daerah-daerah terpencil yang sulit untuk dijangkau.

 

Amil zakat memiliki tugas yang sangat besar untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan zakat yang merupakan amanah dari umat. Dengan adanya peran yang besar dan strategis ini Allah menempatkan amil zakat sebagai golongan yang berhak untuk menerima zakat.

 

Dengan keberadaan amil inilah hal-hal yang berhubungan dengan zakat yang merupakan bagian dari kepentingan umat akan terus terjaga.  Demikian syarat dan tugas amil zakat secara umum dan mengapa amil mendapatkan bagian dari zakat. Semoga bermanfaat.

You May Also Like…

Hubungi Kami
Ada yang Bisa Dibantu?