fbpx

Pengertian Taubat dan Cara Melaksanakannya

Written by ydsfpeduli

On Oktober 30, 2024

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan di dalam hidupnya. Bahkan dalam keseharian kita juga tak luput dari dosa. Adakalanya kita berbuat dosa tanpa kita sadari.

Seperti mungkin, tanpa sadar berprasangka buruk, kurang bersyukur dengan rezeki yang diberikan Allah kepada kita, lalai terhadap waktu dan lain-lain.

Maka dari itu, sebagai manusia kita senantiasa untuk bertaubat kepada Allah. Memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah kita perbuat.

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmiżi no. 2499, Ṣahih al-Targīb 3139)

Taubat tidaklah hanya pernyataan lisan yang menyatakan kita memohon ampun kepada Allah. Namun taubat juga berarti penyesalan dan ikhtiar untuk tidak melakukan perbuatan dosa.

At-Taubah berasal dari kata تَوَبَ yang maknanya adalah kembali. Jika ada suatu pernyataan “dia bertaubat. Hal ini berarti  ia kembali dari dosanya atau berpaling dan menarik diri dari dosa yang telah dilakukannya.

Secara makna, taubat adalah kembali kepada Allâh dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa lalu melaksanakan semua perintah-perintah dan hal dari Allâh Azza wa Jalla.

Sebagai manusia, pastinya kita memiliki salah dan dosa. Ada kalanya kita berfikir mungkin Allah tidak akan mengampuni. Namun, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Allah memiliki sifat Maha Pengampun. Maka jangan sampai kita berhenti dari taubat karena prasangka-prasangka yang kita miliki.

Begitu sayangnya Allah kepada hamba-Nya, Allah kepada orang yang ingin kembali kepada-Nya, Allah berfirman dalam hadits qudsi

 يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

 “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semuanya melakukan dosa pada malam dan siang hari, padahal Aku Maha mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim)

Hendaknya kita bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh (nashuha). Dengan ketulusan dan kesungguhan untuk tidak mengulangi perbuatan buruk atau dosa yang pernah kita lakukan.

Baca Juga:

Kondisi Iman Naik Turun Apa yang Harus Dilakukan? Penyebab dan Solusi

Berikut penjelasan bagaimana syarat dan langkah-langkah kita dalam bertaubat:

Langkah-langkah Bertaubat

  • Mengakui Kesalahan dan Dosa yang Dilakukan

Langkah untuk memperbaiki diri adalah kita menyadari dan mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dan bertekad untuk berubah. Dengan kita menyadari bahwa kita telah melakukan salah, maka akan mendorong kita untuk bisa membenahi diri.

Bertaubat tidak hanya hanya di lisan kita. Hati kita harus bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah dilakukan. 

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)

  • Memohon Ampun kepada Allah

Kita benar-benar memohon ampunan atas apa yang kita lakukan. Benar-benar merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan.

Adapun cara bertaubat dengan banyak istighfar kepada Allah. Mohon ampun dan dekatkan diri kepada Allah dengan banyak-banyak beristighfar.

Selain itu laksanakan shalat Taubat untuk memohon ampun kepada Allah. Kita bisa memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab untuk memohon ampun kepada Allah, seperti di waktu sepertiga malam terakhir.

Selain itu kita hendaknya memperbanyak amalan yang dapat menghapus dosa, diantaranya berjalan menuju ke masjid, menyempurnakan wudhu dan berdoa diantara waktu ashar dan maghrib.

  • Memperbaiki Hubungan Sesama Manusia

Jika kita melakukan kesalahan kepada sesama manusia atau berhubungan dengan muamalah, hendaknya kita meminta maaf kepada orang yang kita sakiti.

JIka mungkin kita pernah mengambil hak-hak dari orang lain, maka hendaknya kita mengembalikan atau memberikan hak yang seharusnya diperoleh.

Hubungan yang saat ini kurang baik, hendaknya diperbaiki tercipta hubungan sesama yang harmonis. Kita perlu untuk meminta mengikhlaskan kesalahan dan hal yang kiranya masih mengganjal di hati.

  • Mengiringi Taubat dengan Amalan Kebaikan

 إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

 “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)” (QS. Hud: 114).

Rasulullah ṣallā al-lāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 وأتبع السيئة الحسنة تمحها

“Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya”.
(HR. Ahmad dan al-Tirmiżi)

Hendaknya kita mengetuk ampunan Allah dengan banyak-banyak melakukan kebaikan. Semoga kita senantiasa dijaga dari perbuatan dosa dan diberikan kekuatan untuk menjalankan amal kebaikan.

You May Also Like…

10 Ide Lomba 17 agustus yang unik dan anti mainstream

10 Ide Lomba 17 agustus yang unik dan anti mainstream

Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, berbagai lomba unik dan anti mainstream bisa menjadi alternatif seru tanpa perlu biaya besar. Beberapa lomba ikonik seperti Serok Kapas, Estafet Pukul Paku, Balap Kardus, hingga Makan Kerupuk Rambak siap menghidupkan suasana perayaan.