September lalu tim YDSF berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu donatur di daerah Janti, Malang. Sebelum berkunjung ke rumah beliau, pada pekan sebelumnya beliau mengajukan bantuan untuk pembayaran pendidikan 2 orang anaknya di salah satu pondok pesantren di Kab. Malang. Dari pengajuan tersebut tim kami bertanya-tanya, seorang donatur dan merupakan koordinator donatur YDSF sejak tahun 2000-an mengajukan bantuan. Beliau menjelaskan bahwasanya SPP dan biaya pondok 2 putranya menunggak beberapa bulan dan belum sempat terbayarkan. “Pandemi gini jualan sangat sepi mas”, ungkap beliau yang berjualan Mie Ayam di dekat rumahnya. Ditambah beliau masih pemulihan pasca terkena Covid-19. Staminanya melemah, jalan beberapa meter saja sudah berkeringat, bahkan bila berjualan dengan kondisi pembeli ramai beliau lantas pusing dan mengharuskan istirahat, maka dari itu ketika berjualan harus dibantu istrinya. Selanjutnya tim YDSF menelusuri ke pondok pesantren kedua anaknya ditempatkan, setelah diberikan informasi oleh pondok, tim YDSF berhasil membayarkan pendidikan kedua anak tersebut hingga semester ganjil ini berakhir. “Doakan semoga kondisi ekonomi keluarga kami segera pulih, sebenarnya kami sangat malu kalau harus minta bantuan mas. Semoga segala bentuk bantuan dari YDSF bisa jadi saksi jariyah di hadapan Allah”, pungkas beliau. (san)
Melalui Program Lactofa Empowerment, YDSF Malang Lahirkan Anak Sapi Perah Generasi Kedua
Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Malang kembali mencatat capaian positif melalui Program Lactofa Empowerment, sebuah program pemberdayaan peternak sapi perah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga penerima manfaat. Salah satu peternak binaan YDSF, Bapak Daim, kembali dikaruniai kelahiran anak sapi perah generasi kedua (Generasi FA) dari indukan sapi yang sebelumnya diberikan melalui program ini




