Lumajang (12/07) Putusnya pipa sumber air bersih di wilayah sepanjang sungai pasca banjir bandang di Lumajang 7 Juli lalu, beberapa desa mengalami krisis air bersih. Pemandangan warga duduk-duduk di depan rumah, terutama ibu-ibu, sudah biasa terlihat akhir-akhir ini. Di depan rumah berjejer bak-bak air, timba, ataupun drum kosong.
Bu Rita, warga Dusun Supit sedang menggendong bayinya duduk-duduk Bersama warga lain di depan rumah. “Sedang nunggu bantuan air pak, air di rumah belum mengalir. Biasanya bantuan air setiap hari, tapi jamnya tidak tentu jadi harus ditunggui,” kata Bu Rita.
Saat itu lewatlah truk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Air dari tangka truk berkapasitas 5000 liter ini dialirkan ke wadah-wadah kosong yang di sediakan waega di depan rumah. Iwan Setiawan dari BPBD menjelaskan pendistribusian air sampai 5 rit dalam satu hari. “Satu kali jalan bisa sampai 30 rumah,” Kata Iwan Setiawan.
Tak semua warga kebagian air di hari tersebut. Relawan Yayasan dana Sosial Al falah (YDSF) yang tergabung dalam Relawan Sahabat Al falah berinisiatif untuk mendistribusikan air bersih kepada rumah-rumah yang belum kebagian air bersih. Salah satu warga yang memiliki tandon kapasitas 1000 liter bersedia dipinjam tandonnya. Namun tidak ada selang outputnya dan harus beli selang baru.
Tim memulai dari RT 11 Dusun Cukit, Desa Sidomulyo. “Kapasitas air yang kami bawa 1000 liter, bisa mencukupi sekitar 10 rumah,” kata Jumadi dari Relawan Sahabat Al Falah YDSF. Bu Lilik, salah satu warga Dusun Cukit, kadang harus memakai air hujan untuk air minum. “Untuk kebutuhan nyuci, kami pakai air selokan yang masih bersih, tapi kalo untuk air minum kami nunggu air hujan karena bantuan air tidak datang-datang,” kata Bu Lilik.
Mobil triton pengangkut tandon air inipun berangkat mulai jam 14. Tandon saat rit pertama sudah kosong dan beberapa warga belum kebagian air. Tim akhirnya Kembali ke sumber air desa sebelah hingga mencapai 3 rit dan menjangkau sekitar 30 rumah. “Alhamdulillah, walau tak seberapa, ini bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat ini,” kata Jumadi.




