fbpx

Perbedaan Amil Zakat dan Panitia Zakat

Written by ydsfpeduli

On Januari 9, 2024

Zakat merupakan kewajiban seorang muslim yang menjadi ajaran pokok dalam Islam. Di dalam masyarakat kita mengenal Amil zakat dan panitia zakat. Sekilas yang dilakukan panitia zakat adalah menerima dan menyalurkan zakat. Namun, ternyata antara amil zakat dan  panitia zakat terdapat perbedaan yang mendasar. Sebelumnya membahas lebih dalam kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan amil zakat dan panitia zakat.

 

Amil Zakat

Amil berasal dari kata dalam Bahasa Arab yaitu amila ya’malu yang artinya adalah mengerjakan atau melakukan sesuatu. Jika kita artikan makna dari amil zakat yaitu orang yang melakukan pekerjaan pembagian zakat

Di dalam Islam Amil zakat merupakan orang atau sekelompok orang yang diangkat dan diberikan wewenang oleh penguasa (imam) untuk mengelola zakat.

Di dalam fatwa MUI no 8 no 2011 terdapat kriteria tertentu dari amil zakat yaitu:

  1. Seseorang atau sekelompok orang yang diangkat oleh pemerintah untuk mengelola zakat
  2. Seseorang atau sekelompok orang yang dibentuk oleh masyarakat dan disahkan oleh pemerintah untuk mengelola pelaksanaan ibadah zakat.

Di Indonesia sendiri terdapat tiga pengelola zakat, yaitu

  1. BAZNAS atau Lembaga amil zakat di tingkat nasional
  2. BAZNAS atau Lembaga amil zakat di tingkat daerah atau kabupaten
  3. Perseorangan, perkumpulan atau kelompok yang belum terjangkau oleh BAZNAS atau LAZ yang diakui oleh BAZNAS atau LAZ Kabupaten

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Amil merupakan sekelompok orang atau lembaga yang telah mendapatkan izin atau wewenang dari negara untuk melakukan pengelolaan zakat.

 

Baca juga artikel berikut :

Dasar Hukum dan Syarat wajib Zakat

 

Panitia Zakat

Panitia zakat biasanya sering bertugas saat Bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Panitia zakat merupakan orang atau sekelompok orang yang dibentuk atas inisiatif dari masyarakat. Biasanya panitia zakat ini dibentuk di sekolah, masjid, perkantoran, desa, atau lingkup tertentu yang tidak diangkat oleh presiden atau pemerintah daerah. Maka status dari panitia zakat merupakan amil tidak syar’i.

Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh panitia zakat tetaplah sah untuk dilakukan. Namun, hanya boleh untuk mengumpulkan dan melakukan pendistribusian zakat. Posisi dan kewenangan dari amil zakat dan panitia zakat ini akan berpengaruh pada pelaksanaan zakat.

Ketika muzakki telah menyerahkan kepada amil zakat, maka kewajiban muzakki sudah tertunaikan. Misalnya amil zakat mengalami keterlambatan distribusi, maka zakat tetap sah. Hal ini berbeda ketika muzakki menyerahkan kepada panitia zakat. Panitia zakat dianggap sebagai perpanjangan tangan dari muzakki. Jika pada panitia zakat melakukan keterlambatan distribusi atau terjadi kelalaian maka zakat dianggap belum tertunaikan atau belum gugur kewajibannya.

Selain itu jika ada kesalahan dari amil zakat dalam pendistribusian, maka zakat yang dikeluarkan muzakki tetaplahlah sah karena amil juga berstatus sebagai mustahik. Namun jika ada kesalahan distribusi dari panitia zakat, maka zakat dianggap tidak sah.

 

Perbedaan lainnya, amil boleh mengambil dana zakat untuk kegiatan pembiayaan atau operasional yang merupakan bagian amil atau fi sabilillah, sedangkan panitia zakat tidak diperkenankan.

 

Demikian perbedaan antara amil zakat dan panitia zakat. Jika dilihat beberapa perbedaan antara amil zakat dan panitia zakat, maka lebih aman kita menunaikan zakat melalui lembaga amil zakat.

 

Semoga bermanfaat!

You May Also Like…

Hubungi Kami
Ada yang Bisa Dibantu?